Selasa, 28 Desember 2010

Model- model Pembelajaran PAI yang Efektif dan Menyenangkan

Model- model Pembelajaran PAI yang Efektif dan Menyenangkan

Dalam konteks ke-Indonesiaan, pendidikan Islam merupakan bagian dari system pendidikan nasional. Dimana pembelajaran Agama Islam, dalam konteks kebijakan pendidikan nasional identik dengan pendidikan agama Islam yang diselenggarakan pada pendidikan formal di semua jenjang pendidikan, mulai pendidikan anak usia dini, dasar, menengah dan pendidikan tinggi.
Pendidikan Islam merupakan segala usaha untuk memelihara fitrah manusia, serta sumber daya insane yang ada padanya menuju terbentuknya manusia seutuhnya (insan kamil) sesuai dengan norma Islam. Dengan demikian demikian, tujuan pendidikan Islam berfokus pada tiga dimensi, yaitu:pertama, terbentuknya insane kamil (manusia universal, conscience) yang mempunyai wajah- wajah Qur’ani. Kedua, terciptanya insane kaffah, yang mempunyai dimensi- dimensi religious, budaya, dan ilmiah. Ketiga, penyadaran fungsi manusia sebagai hamba, khalifah Allah, serta sebagai waratsatul anbiya’ dan memberikan bekal yang memadai dalam rangka pelaksanaan fungsi tersebut. Tujuan pendidikan Islam tersebut akan tercapai bila materi pendidikan tersebut diseleksi dan diajarkan dengan baik tepat.
Tantangan yang dihadapi dalam Pendidikan Agama Islam sebagai sebuah mata pelajaran adalah bagaimana mengimplementasikan pendidikan agama Islam bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama akan tetapi bagaimana mengarahkan peserta didik agar memiliki kualitas iman, taqwa dan akhlak mulia. Dengan demikian materi pendidikan agama bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama akan tetapi bagaimana membentuk kepribadian siswa agar memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat dan kehidupannya senantiasa dihiasi dengan akhlak yang mulia dimanapun mereka berada, dan dalam posisi apapun mereka bekerja.
Guru merupakan ujung tombak dalam pembelajaran, oleh karena itu guru dituntut untuk bisa mnciptakan iklim pembelajaran yang kondusif sehingga dapat tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Metode merupakan salah satu komponen pendidikan yang cukup penting untuk diperhatikan. Penyampaian materi dalam arti penanaman nilai pendidikan sering gagal karena cara yang digunakannya kurang tepat. Penguasaan guru terhapat materi pembelajaran saja belum cukup untuk dijadikan titik tolak keberhasilan suatu proses belajar mengajar.
Maka, saat ini yang mendesak adalah bagaimana usaha-usaha yang harus dilakukan oleh para guru Pendidikan Agama Islam untuk mengembangkan metode-metode pembelajaran yang dapat memperluas pemahaman peserta didik mengenai ajaran-ajaran agamanya, mendorong mereka untuk mengamalkannya dan sekaligus dapat membentuk akhlak dan kepribadiannya.
Berikut disajikan beberapa model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran PAI, antara lain:

A.Strategi Pembelajaran PAI berbasis PAIKEM
Secara psikologis, penerapan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) dalam proses belajar mengajar diyakini dan telah terbukti berdasarkan pengalaman memiliki dampak positif terhadap penguatan hasil belajar, kesan yang mendalam dan daya tahan lama dalam memori peserta didik sehingga tidak mudah lupa terhadap ilmu pengetahuan yang diperolehnya, atau dalam bahasa psikologi dikenal dengan istilah long term memory. Beberapa model pembelajaran PAI berbasis PAIKEM, antara lain:
1.Everyone is a teacher here (setiap murid sebagai guru)
Langkah- langkah penerapan
a.Bagikan kertas kepada setiap peserta didik dan mintalah mereka untuk menuliskan sebuah pertanyaan tentang materi pokok yang telah atau sedang dipelajari, atau topik khusus yang ingin mereka diskusikan di kelas
b.Kumpulkan kertas- kertas tersebut, dikocok dan dibagikan kembali secara acak kepada masing- masing peserta didik dan diusahakan pertanyaan tidak kembali kepada yang bersangkutan
c.Mintalah mereka membaca dan memahami pertanyaan di kertas masing- masing, sambil memikirkan jawabannya.
d.Undang sukarelawan (valunter) untuk membacakan pertanyaan yang ada di tangannya (untuk menciptakan budaya bertanya, upayakan memotivasi siswa untuk angkat tangan bagi yang siap membaca-tanpa langsung menunjuknya)
e.Mintalah dia memberikan respon (jawaban/penjelasan) atas pertanyaan atau permasalahan tersebut, kemudian mintalah kepada teman sekelasnya untuk memberikan pendapat atau melengkapi jawabannya
f.Berikan apresiasi (pujian/tidak menyepelekan) terhadap setiap jawaban/tanggapan siswa agar termotivasi dan tidak takut salah
g.Kembangkan diskusi secara lebih lanjut dengan cara siswa bergantian membacakan pertanyaan di tangan masing- masing sesuai waktu yang telah disediakan.
h.Guru melakukan kesimpulan .
2.Information search
Langkah- langkah pembelajaran:
a. Tersedia referensi terkait topik pembelajaran tertentu sesuai SK/KD
b. Guru menyusun kompetensi dari topik tersebut
c. Guru membuat pertanyaan untuk memperoleh kompetensi tersebut
d. Siswa diminta mencari ayat dan hadits terkait
e. Bagi kelas dalam kelompok kecil
f. Siswa diminta mencari bahan di perpustakaan /warnet yang sudah diketahui oleh guru bahwa bahan- bahan tersebut benar2 ada.
g. Guru membantu dengan cara membagi rerensi kepada mereka
h. Peserta diminta mencari jawaban dari referensi tersebut yang idbatasi oleh waktu (mis 10 menit) oleh guru
i. Hasilnya diidiskusikan kepada seluruh kelas
j. Guru menjelaskan materi pelajaran terkait kompetensi tersebut
k. Kesimpulan

3. Reading Aloud (strategi membaca dengan keras), sesuai untuk materi sejarah
Langkah- langkah penerapan
a. Guru memilih sebuah teks sejarah Islam yang cukup menarik untuk dibaca dengan keras.
b. Guru menjelaskan teks itu kepada peserta didik dengan singkat. Guru menjelaskan poin- poin kunci atau masalah- masalah pokok yang dapat diangkat
c. Guru membagi bacaan teks itu dengan alenia- alenia atau beberapa cara lainnya. Guru menyuruh sukarelawan- sukarelawan untuk membaca keras bagian- bagian yang berbeda
d. Ketika bacaan- bacaan tersebut berjalan, guru menghentikan di beberapa tempat untuk menekankan point- point tertentu, kemudian guru memunculkan beberapa pertanyaan dan memberikan contoh- contoh. Guru dapat membuat diskusi- diskusi singkat jika para peserta didik menunjukkan minat dalam bagian tertentu. Kemudian guru melanjutkan dengan menguji apa yang ada dalam teks tersebut
e. Agar siswa terbiasa dengan kalimat toyibah,setiap hendak membaca hendaknya mereka meneriakkan kalimat toyibah (Mis. Allahu akbar)
f. Kesimpulan
4. Role Play (bermain peran), sesuai untuk materi akhlak
Langkah- langkah pembelajaran:
a. Menetapkan topik sesuai pembahasan
Contoh: akibat sikap takabur
b. Menyusun skenario peran (dari rumah) lalu mensosialisasikannya kepada siswa.
c. Bentuk kelompok dengan anggota 4-5 siswa perkelompok.
d. Tunjuk beberapa siswa ke depan untuk memainkan peran
e. Pada saat pemain peran memainkan karakter di depan kelas, siswa yang lain diminta untuk mengamati dan menuliskan tanggapan mereka bersama kelompoknya
f. Masing- masing kelompok menyampaikan tanggapan kelompoknya di forum kelas
g. Menyimpulkan dan mengklarifikasi
Contoh Skenario:
Akibat Sikap Takabur
Rara anak perempuan yang sangat cantik, dia berusia 14 tahun. Rara menuntut ilmu di kelas VIII MTsN Bakalan Rayung kecamatan Ngusikan kabupaten Jombang. Rara memang anak orang kaya, papanya seorang kontraktor yang sukses, ibunya juga seorang dokter yang sangat terkenal.
Sayangnya, di sekolah Rara terkenal sebagai anak yang sombong. Ia suka meremehkan temannya, terutama teman- temannya yang miskin. Bahkan tak segan- segan Rara meludah apabila lewat di depan teman- temannya yang miskin. Dia juga sering memaki teman- temannya dengan hinaan dan ejekan yang tidak pantas didengar. Karena sifatnya itu, Rara tidak disukai oleh temnan- temannya.
Pada suatu hari, Bu Guru PAI memberi tugas kelompok untuk membuat karya tulis tentang Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah. Satu kelompok terdiri dari 4 orang anak. Agar dapat dikerjakan secara kelompok di rumah, Bu guru menyuruh siswa untuk menentukan sendiri anggota kelompok yang rumahnya saling berdekatan
Bu Guru : “anak- anak, sebagai tugas akhir mata pelajaran PAI, ibu minta kalian membuat sebuah karya tulis tentang Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah. Tugas ini kalian kerjakan bersama kelompok yang anggotanya terdiri dari empat orang. Upayakan anggota kelompok kalian rumahnya saling berdekatan, agar memudahkan mengerjakannya.
Para siswa : “Baik buuuuuu….”
Andin : Tika, Sinta dan Fatimah…kalian sekelompok sama aku aja ya…rumah kita kan berdekatan”.
Fatimah : Iya..aku setuju….nanti sore bisa kita kerjakan di rumahmu ya dien….aku akan bawain buku- buku ayahku tentang sejarah bani Abbasiyah..
Andin : Okey…..setuju…
Rara : Din..aku ikut kelompokmu ya…rumah kita kan dekat…
Andin : “Maaf ra….kita sudah berempat…lagian..mana mau kamu berteman dengan kami…kamu kan suka menghina kami kere…coba kamu gabung sama teman- teman yang lain..mungkin Ratna mau…
Fatimah : “din…udah ah..gak usah nambah orang..kelompok kita sudah pas. Biar dia cari kelompok lain aja.
Rara : “Rat…aku mau sekelompok sama kamu ya….
Ratna : “Aku sih mau aja ra..tapi..maaf..teman- teman kelompokku gak mau ada kamu di kelompok kami…
(Rara kecewa sekali…)
Rara : “Dasar kalian semua goblok…aku ini orang kaya..aku bisa beli kalian semua….!!!!
(Teman- teman sekelasnya mencibir sambil menjawab…..Huuuuuuuuuuuu……….)
Bu Guru : “Gimana anak anak..kalian dah menentukan kelompok kalian? Tolong datanya di setor ke ibu ya…….? Rara…ada apa kamu marah- marah? Kamu sudah dapat kelompok?
Rara : “Belum bu..ini anak- anak kere maunya sekelompok dengan orang yang sama kerenya..gak mau dengan saya..saya kerjakan sendiri aja bu….!z”
Bu Guru : “Husy….kamu tidak boleh mengatakan seperti itu..harta itu titipan Allah..kalau sewaktu- waktu diambil kita tidak bisa berbuat apa- apa…oleh karena itu..kita tidak boleh sombong dengan harta atau kecantikan yang kita miliki…kalau kamu tidak sombong…ibu yakin teman- temanmu senang bergaul dengan kamu. Ya sudah..ibu akan carikan kelompok untukmu…tolong yang rumahnya dekat Rara bersedia ya…dia pasti akan berubah.”
(Rara malu sekali karena tidak ada seorangpun dari temannya yang bersedia untuk satu kelompok dengannya, dia pikir, dengan punya uang banyak dia akan bisa dapatkan segalanya, ternyata dia salah).
5. Index Card Match (Mencari Jodoh kartu tanya jawab).
Metode ini bisa digunakan untuk materi tajwid dan qur’an hadits
a. Buatlah potongan- potongan kertas sejumlah peserta didik dalam kelas dan kertas tersebut dibagi menjadi dua kelompok
b. Tulis potongan ayat pada kertas pertanyaan dan artinya pada kertas jawaban
c. Kocoklah kertas tersebut sehingga akan berbaur antara kertas soal dan jawaban
d. Bagikan setiap peserta satu kertas. Jelaskan bahwa ini aktifitas yang dilakukan berpasangan
e. Mintalah peserta untuk mencari pasangannya. Jika sudah ada yang menemukan pasangannya, mintalah mereka untuk duduk berdekatan. Jelaskan pada mereka agar tidak memberikan materi kepada orang lain
f. Setelah semua peserta menemukan pasangannya dan duduk berdekatan, mintalah setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan soal dan jawaban dengan suara yang keras
g. Akhiri dengan klarifikasi dan pengambilan kesimpulan

6. Small Group Discussion (Diskusi Kelompok Kecil)
a. Bagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil (tiap kelompok maksimal 5 siswa) dengan menunjuk ketua dan sekretaris.
b. Berikan soal study kasus (yang dipersiapkan oleh guru) sesuai dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi Dasar (KD). Contoh: MTs kelas VII tentang Kurban dan Aqiqah.
c. Instruksikan setiap kelompok untuk mendiskusikan jawaban dari kasus tersebut.
d. Pastikan setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam diskusi.
e. Instruksikan setiap kelompok untuk menyajikan hasil diskusinya dalam forum kelas melalui juru bicara yang ditunjuk.
f. Klarifikasi, penyimpulan dan tindak lanjut.
Contoh kasus:
a. Setiap hari raya idul adha dating, pak haji Tauhid selalu melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih seekor sapi jantan dan besar. Pak Haji yang kaya dan dermawan ini, selalu berniat ketika menyembelih hewan kurbannya dengan niat untuk 7 anggota keluarganya. Sementara itu, pak Kasan dalam waktu yang sama juga berkurban menyembelih kambing dengan niat untuk dirinya sendiri. Nah, bagaimana pendapatmu tentang perbedaan niat antara Pak Haji Tauhid dengan pak Kasan ketika keduanya melaksanakan ibadah kurban tadi?
b. Agung adalah anak laki- laki ustadz Sanusi yang baru beberapa hari lalu lahir. Tepat pada hari ke tujuh, Ustadz Sanusi mengundang tetangganya untuk menghadiri acara walimatut tasmiyah (tasyakuran pemberian nama anaknya). Sang Ustadz dalam menjamu tamunya sengaja menghidangkan sate dan tongseng kambing yang disembelih sehari sebelumnya berjumlah dua ekor dengan niat akikah untuk putra tercintanya. Sedangkan bu Muslihah juga mengundang tetangga sekitar dengan hajatan mengakikahi putrinya yang sudah berumur 7 tahun dengan menyembelih satu ekor kambing. Bagaimana pendapatmu terhadap ustadz Sanusi dan bu Muslihah yang berbeda dalam mengakikahi anaknya?
c. Pak Karmin adalah pedagang kambing yang sehari-hari menjajakan jualannya di pasar kambing dekat rumahnya. Disamping itu, ia juga menerima pesanan kambing yang siap disembelih untuk kepentingan kurban, akikah atau hajatan lainnya. Pelayanan khusus yang diberikan adalah menyembelih kambing, memototng dan membersihkan dagingnya hingga mengantarkan ke rumah pelanggannya. Suatu saat, pak Parman pesan kambing untuk keperluan ibadah kurban kepada pak Karmin dan diberi harga yang murah sekali. Namun pak Parman terkejut sekali ketika melihat pesanannya, karena hewan kurbannya dalam keadaan buta salah satu matanya. Bagaimana pendapatmu tentang sikap pak Karmin dan bagaimana hokum hewan kurban pak Parman tersebut?
B. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis PAIKEM
Berikut ini adalah beberapa contoh strategi PAIKEM yang dapat digunakan untuk rumpun mata pelajaran Bahasa Arab;
1. Musykilatut thullab
Strategi ini untuk materi yang sudah diajarkan sebelumnya
Langkah- langkah:
a. Setelah menerangkan materi , guru memberikan potongan kertas kosong kepada siswa agar diisi pertanyaan gramatika yang belum dipahami
b. Potongan kertas yang berisi pertanyaan tadi agar diberikan kepada teman sebelahnya untuk dibaca dan diberi tanda checklist (v) jika ia ingin mengetahui jawabannya. Jika tidak, harus langsung diberikan pada teman berikutnya.
c. Kertas tadi bergulir terus sampai kembali ke pemiliknya, kemudian dihitung tanda checklist tersebut.
d. Kertas yang paling banyak mendapatkan checklist merupakan masalah yang mendapatkan prioritas untuk dijawab.
e. Lalu siswa bersama guru mendiskusikan jawabannya
f. Pertanyaan yang belum terjawab dapat djawab pada peryemuan berikutnya.
g. Guru dan siswa melakukan kesimpulan, klarifikasi dan tindak lanjut.
2. Tahlilul Khotho’
Adapun langkah- langkahnya adalah sebagai berikut:
a. Siswa diminta menulis sebuah karangan pendek sesuai dengan topic yang dibahas.
b. Setelah dikoreksi, guru mengidentifikasi dan mengidentifikasi mana kesalahan umum yang berfrekwensi tinggi (common mistake) serta mana yang merupakan kesalahan individual (yang melakukan kesalahan tersebut jumlahnya sedikit)
c. Siswa diminta menganalisa bersama- sama kesalahan yang berfrekwensi tinggi.
d. Guru menjelaskan letak kesalahan dan membetulkannya secara hukum qawaid
e. Guru dan siswa mengambil kesimpulan
3. Ta’biirus shuroh
a. Guru menyiapkan gambar terkait topic/ materi mata pelajaran
b. Meminta siswa untuk mengamati gambar secara cermat
c. Membagi siswa dalam beberapa kelompok
d. Diminta semua anggota kelompok mencatat kosakata (bahasa Arab) sebanyak- banyaknya sesuai hasil pengamatan terhadap gambar (perlu dibatasi waktu)
e. Selanjutnya setiap kelompok menyusun kalimat sempurna dalam bahasa Arab dan menulisnya di papan tulis
f. Selanjutnya setiap kelompok mendiskripsikan/ ta”bir cerita tentang gambar yang diamati dalam bahasa Arab
g. Klarifikasi dan kesimpulan
C. Metode Pembelajaran dalam Alqur’an
1. Metode Amtsal
Yaitu mengumpamakan sesuatu yang abstrak dengan yang lain yang lebih konkrit untuk mencapai tujuan.
Tujuan
- Mendorong orang untuk berbuat sesuai perumpamaan
- Memahami sesuatu yang abstrak menjadi lebih konkrit
- Mendorong siswa untuk tidak berbuat seperti yang ditamtsilkan
Implementasi dalam pembelajaran:
Materi : Infaq dan sadaqah.
Langkah- langkah pembelajaran:
a. Guru menyampaikan pokok bahasan yang hendak disajikan
b. Guru memberikan pre test lisan untuk mengukur sejauhmana tingkat penguasaan siswa
c. Guru mengangkat ayat- ayat tamtsil atau hadist yang relevan dengan pokok bahasan, menyuruh siswa untuk membaca ayat- ayat tersebut
d. Guru mengawali tamtsil dengan memberikan pertanyaan- pertanyaan yang mengarah kepada pembahasan dan menginventarisir jawaban siswa
e. Guru menerangkan konsep infaq dengan media gambaran suatu biji yang ditanam dengan baik dan benar serta hasil yang akan diperolehnya, serta memberikan gambaran biji yang ditanam dengan cara yang kurang baik serta hasil yang akan diperolehnya. Dengan demikian siswa akan memperoleh gambaran tentang infaq fi sabilillah dan yang bukan fi sabilillah sehingga akan memunculkan semangat berinfaq karena mereka telah melihat gambaran keuntungan yang akan diterima akibat cara menanam suatu biji dengan cara yang baik dan benar, serta gambaran kerugian yang akan diderita akibat menanam suatu biji dengan cara yang tidak baik atau salah
f. Pada waktu kegiatan belajar mengajar berlangsung, baik sekali jika guru berdiskusi dengan siswa dan mengembangkan pokok bahasan dengan memberikan tamstil yang sesuai dengan dunia siswa.
g. Untuk memperkaya wawasan siswa, tamtsil tidak hanya diambilkan dari alqur’an saja
h. Mengajak siswa mengambil kesimpulan
i. Melakukan posttest.
2. Metode Kisah Qur’ani
Manfaat Kisah Qurani:
- Tertanamnya kebencian terhadap kedholiman dan kecintaan terhadap kebajikan
- Tertanamnya rasa takut akan siksa Allah dan tumbuhnya harapan akan rahmat Allah
- Memperkuat rasa percaya diri dan kebanggan terhadap ajaran agama
- Menumbuhkan keberanian mempertahankan kebenaran
- Timbulnya kesadaran melaksanakan perintah agama
- Timbulnya rasa keihlasan kesabaran dan tawakkal
Persiapan
Guru mempersiapkan SK dan KD
a. Mengumpulkan penggalan- penggalan kisah qur’ani yang berhubungan dengan SK dan KD
b. Menyusun tokoh- tokoh dalam kisah tersebut untuk diingat dan dihapal murid
c. Menyusun pertanyaan- pertanyaan
Pelaksanaan
a. Guru menyebutkan tema pelajaran dan kisah qur’ani yang hendak disajikan
b. Kisah- kisah qurani yang disajikan dianalogikan dengan pengalaman- pengalaman praktis murid dalaam kehidupan sehari- hari
c. Dalam penyampaian materi gerakan badan, mimik muka harus turut mendukung pada penyampaian terutama pada yang penegasan inti pelajaran
d. Materi pokok pelajaran disampaikan secara klimaks dari suatu penggalan kisah.
e. Guru menyampaikan pertanyaan- pertanyaan yang telah disusun dirumah
f. Guru menanyakan tokoh- tokoh dalam kisah yang telah disajikan
g. Siswa dikelompokkan untuk mendiskusikan pelajaran yang bisa diambil dari kisah
h. Siswa menyampaikan hasil diskusi
i. Guru menegaskan kembali inti pelajaran
j. Menugaskan siswa untuk mencari kisahnya secara lengkap dari internet atau buku
Salah satu contoh kisah qur’ani tentang peristiwa penciptaan Nabi Adam As yang dimuat dalam: QS. Al Baqarah ayat 30- 39, QS. Al Hijir ayat: 28- 40. Peristiwa tentang Nabi Ibrahim As mencari Tuhan dimuat dalam: QS. Al-an’am ayat: 74-79, dialog ketuhanan nabi Ibrahim dengan kaum dan orangtuanya dimuat dalam QS. Al-Anbiya’ ayat 51- 67, peristiwa Nabi Musa dalam QS. Al-Qashash ayat 7- 35, Toha ayat 57-73 dan 85- 97 dan QS al Maidah ayat 21-26.
D. Penutup
Sajian diatas merupakan contoh dari sekian banyak model dan metode pembelajaran yang bias diterapkan dalam rumpun mata pelajaran PAI. Tidak ada satu metode pun yang sempurna, masing- masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, penerapan multi methode (beberapa metode) dalam pembelajaran akan mencapai hasil yang lebih baik.
Referensi :
1. Ismail SM, 2008,Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, LSIS Semarang
2. Dr.H.Syahidin, 2009, Menelusuri Metode Pendidikan dalam Al-Qur’an,Alfabeta Bandung
3. Dr Zakiyah Darajat Dkk, Metodologi Pengajaran Agama Islam,Bumi Aksara jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar